Pertanyaan jebakan (trick questions) seringkali membuat pelamar grogi. Tujuannya bukan untuk menjebakkan, tapi untuk melihat bagaimana Anda bertindak di bawah tekanan dan apakah Anda jujur dan jujur.
Jangan menyebutkan riwayat hidup dari lahir. Fokus pada pencapaian karir, pendidikan relevan, dan kenapa Anda di sini sekarang.
Jangan mengatakan "Saya perfeksionis". Pilih kelemahan yang sebenarnya tapi tidak berhubungan langsung dengan pekerjaan, dan jelaskan cara Anda mengatasinya. Misalnya: "Saya kurang fasih berbicara di depan umum, tapi saya sedang ikut kursus public speaking."
Jawab dengan menyebutkan kombinasi keahlian hard skill dan soft skill Anda yang cocok dengan kebutuhan perusahaan. Singkat tapi padat.
Perusahaan ingin tahu apakah Anda punya rencana jangka panjang. Jawab dengan ambisi yang realistis, misalnya menjadi supervisor atau spesialis di bidang tertentu.
Bertanya kembali standar gaji pasar. "Saya mengharapkan gaji yang sesuai dengan standar industri untuk posisi Staff QA, yaitu kisaran X sampai Y."
Ingat, intonasi suara dan sikap tenang jauh lebih penting daripada jawaban yang terhafal sempurna.
Kembali ke Blog