Anda mungkin sudah hafal semua jawaban teknis, tetapi apakah Anda sadar bahwa 55% kesan yang Anda berikan berasal dari bahasa tubuh (non-verbal)? Di PT. Uwu Jump Indonesia, kami memperhatikan detail kecil ini. Penampilan profesional bukan hanya tentang kata-kata, tapi juga tentang sikap dan gerakan tubuh.
Maintainlah kontak mata dengan pewawancara. Ini menunjukkan rasa percaya diri dan kejujuran. Namun, jangan menatap terus menerus. Berkedip dengan wajar dan sesekali melirik ke arah lain agar terlihat natural.
Duduklah tegak dengan punggung menyentuh kursi. Jangan menyandar atau bersandar kaki. Postur yang tegap mencerminkan energi dan kesiapan kerja yang tinggi.
Senyum adalah senjata ampuh. Senyum ramah saat masuk ruangan dan saat berjabat tangan bisa mencairkan suasana tegang dan menciptakan kesan pertama yang positif.
Saat menjelaskan sesuatu, gunakan tangan untuk menekankan poin secara moderat. Hindari gerakan tangan yang berlebihan (gemetuk meja atau bermain rambut), karena ini bisa diartikan sebagai gelisah atau kurang sopan.
Tunjukkan bahwa Anda pendengar yang baik. Mengangguk sedikit saat pewawancara berbicara menunjukkan bahwa Anda mengerti dan setuju dengan apa yang dikatakan.
Ingat, HRD dilatih untuk membaca bahasa tubuh. Pastikan bahasa tubuh Anda menyampaikan pesan: "Saya siap bekerja dan profesional."
Kembali ke Blog