"Bukti lebih kuat dari janji." Dalam dunia rekrutmen, CV hanya berisi janji (saya bisa desain, saya bisa menulis), sedangkan Portofolio adalah buktinya. Bagi Anda yang melamar di bidang kreatif, IT, atau bahkan administrasi, memiliki portofolio yang rapi akan membedakan Anda dari ratusan pelamar lain.
Di PT. Uwu Jump Indonesia ketika kami merekrut untuk posisi tertentu, jika anda melampirkan portofolio, maka itu akan menjadi point yang kami cek. Untuk mengetahui sekilas cara membuat portofolio, berikut adalah cara membuatnya.
Anda tidak perlu membuat website dari nol jika tidak mampu. Gunakan platform gratis yang profesional:
- Visual (Desain/Fotografi): Behance, Adobe Portfolio, atau Instagram khusus karya.
- Penulisan/Jurnalisme: Medium, LinkedIn Articles, atau Blog pribadi.
- Umum/All-in-One: Notion, Canva (buat presentasi portofolio), atau LinkedIn Featured section.
Jangan memasukkan semua tugas kuliah Anda. Pilih 5-8 karya terbaik yang paling relevan dengan pekerjaan yang Anda lamar. Lebih baik sedikit tapi berkualitas tinggi daripada banyak tapi rata-rata. HRD hanya punya waktu singkat untuk melihat, jadi buat kesan pertama di karya paling atas (hero project).
Jangan hanya upload gambar hasil akhir. Jelaskan prosesnya! Tulis deskripsi singkat untuk setiap karya:
- Tantangan: Apa masalahnya?
- Peran Anda: Apa yang Anda kerjakan?
- Solusi: Bagaimana Anda menyelesaikannya?
- Hasil: Apa dampaknya? (Misal: meningkatkan penjualan, memenangkan lomba).
Jika karya tersebut pernah digunakan klien, dipublikasikan di media, atau mendapatkan pujian dari dosen, cantumkan! Testimoni atau pihak ketiga yang mengakui kualitas karya Anda akan meningkatkan kepercayaan HRD secara drastis.
Jangan membuat HRD mendaftar atau login hanya untuk melihat portofolio Anda. Pastikan linknya bisa diakses publik. Beri nama file yang jelas jika Anda mengirimnya dalam format PDF (misal: "Portofolio_NamaAnda_Design.pdf"). Jika menggunakan website, pastikan navigasinya sederhana dan mobile-friendly.
Portofolio adalah wajah profesional Anda secara digital. Luangkan waktu untuk merapikannya setiap bulan. Dengan portofolio yang kuat, Anda tidak hanya melamar kerja, Anda memamerkan nilai yang bisa Anda tawarkan kepada perusahaan.